Tak Ada Revisi Besar, RKAB Nikel Diminta Sesuaikan Target Smelter
Azura Yumna Ramadani Purnama
14 July 2026 13:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) berharap kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 direvisi menyesuaikan dengan target utilisasi smelter nikel nasional.
Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menilai kuota produksi bijih nikel yang disesuaikan dengan target utilisasi smelter dapat mencegah penambahan bijih yang terlalu banyak dan tidak termanfaatkan, sehingga tetap menjaga keseimbangan pasar.
Dia menegaskan kebutuhan bijih nikel yang dibutuhkan fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel pada semester II-2026 masih perlu dihitung kembali, terlebih terdapat dinamika operasional yang belakangan terjadi.
Dinamika yang dimaksud, antara lain; kenaikan biaya energi, naiknya harga bijih gegara harta patokan mineral (HPM) baru, hingga mahalnya dan terbatasnya pasokan sulfur untuk smelter berbasis high pressure acid leach (HPAL).
“FINI mendukung apa yang disampaikan oleh Bapak Dirjen Minerba-ESDM bahwa revisi RKAB atau relaksasi kuota harus disesuaikan dengan kebutuhan smelter yang sebenarnya,” kata Arif ketika dihubungi, Selasa (14/7/2026).

































