Rupiah Betah Melemah di Rp18.000/US$, DPR Bakal Tagih Janji BI
Mis Fransiska Dewi
14 July 2026 19:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun akan menagih janji pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) ihwal nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang dijanjikan kembali menguat Juli-Agustus 2026 setelah mengalami pelemahan beberapa bulan berturut-turut.
Rupiah menutup perdagangan Selasa (14/7/2026) di level Rp18.092/US$, di tengah penguatan dolar AS yang sedikit terpangkas. Indeks dolar AS melemah terbatas 0,05% ke posisi 101,18.
“Kalau kemudian tidak bisa mengarah ke sana [penguatan rupiah], BI harus bisa menjelaskan bahwa BI sudah melakukan langkah-langkah yang memadai dalam rangka menjaga stabilisasi itu,” kata Misbakhun ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (14/7/2026) petang.
Bagaimanapun, dia menilai bank sentral perlu diberi kesempatan untuk berupaya menjaga stabilisasi rupiah agar kembali sesuai patokan asumsi makro APBN 2026 yang berada di rentang Rp16.200/US$ - Rp16.800/US$.
Menurutnya, pelemahan rupiah sangat berdampak terhadap impor khususnya yang berkaitan dengan bahan baku industri karena terdapat selisih kurs.































