Logo Bloomberg Technoz

RI Mau Bikin Biodiesel B60: Butuh Riset Aspek Teknis hingga Harga

Azura Yumna Ramadani Purnama
15 July 2026 09:10

Seorang pria memegang sebotol bahan bakar diesel nabati (VDF)./Bloomberg-Tomohiro Ohsumi
Seorang pria memegang sebotol bahan bakar diesel nabati (VDF)./Bloomberg-Tomohiro Ohsumi

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pengembangan biodiesel B60 atau campuran bahan bakar nabati (BBN) 60% dalam solar masih membutuhkan penelitian mendalam.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi meminta para periset dari universitas dan lembaga lainnya untuk melakukan penelitian aspek teknis dan keekonomian dari B60.

Dia mengungkapkan, di atas kertas, B60 dapat dihasilkan dari campuran 50% fatty acid methyl ester (FAME) berbasis minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan 10% minyak nabati terhidrogenasi atau hydrotreated vegetable oil (HVO).


Akan tetapi, masih belum terdapat kajian akademis ihwal pencampuran dua bahan baku tersebut untuk biodiesel B60.

Selain itu, Eniya mengungkapkan HVO memiliki harga yang cukup mahal sehingga nilai keekonomian dari bahan bakar tersebut masih perlu kajian mendalam.