Logo Bloomberg Technoz

B50 Ditaksir Butuh Dana Biodiesel Rp10 T pada Semester II-2026

Sabrina Mulia Rhamadanty
14 July 2026 11:00

Peluncuran B50 Oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (YouTube KementerianESDM)
Peluncuran B50 Oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (YouTube KementerianESDM)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung mengestimasikan implementasi program biodiesel B50 sepanjang semester II-2026 memerlukan insentif setidaknya Rp10 triliun.

Adapun, dana tersebut akan dialokasikan dari pungutan ekspor (PE) minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan derivatifnya yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

"Anggap HIP-nya [harga indeks pasar] sama, jadi butuh subsidi sekitar Rp10 triliun yang harus dialokasikan dari dana sawit BPDP untuk satu semester atau hingga tutup tahun ini,” ungkap Tungkot saat dihubungi, Selasa (14/7/2026).


Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada awal Juli 2026, HIP biodiesel ditetapkan senilai Rp14.562/liter, sedangkan HIP solar berada di angka Rp13.442/liter, sehingga menyisakan selisih Rp1.117 per liter. 

Dampak mandatori biodiesel ke ekspor CPO./dok. BMI

Meski demikian, Tungkot menekankan angka tersebut bersifat dinamis. Pergerakan nilai pendanaan biodiesel ke depan akan terus bergerak secara fluktuatif.