Logo Bloomberg Technoz

BEI Tetapkan 51 Saham HSC, Ada BYAN Sampai DCII

Cahya Puteri Abdi Rabbi
15 July 2026 11:40

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan 51 emiten ke dalam  daftar high shareholding concentration (HSC).

Pengumuman tersebut disampaikan pada Rabu (15/7/2026), sehari setelah bursa merevisi metodologi penetapan HSC dengan menambahkan indikator baru berupa price impact ratio.

Sejumlah saham milik konglomerat turut menghuni daftar HSC terbaru. Di antaranya PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) milik pengusaha Jusuf Hamka, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang dikendalikan Otto Toto Sugiri, serta PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) yang merupakan bagian dari Grup Salim.


Dari sektor pertambangan, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong juga masuk ke dalam daftar HSC. Sementara itu, Grup Sinarmas milik keluarga Widjaja memiliki dua emiten yang masuk daftar, yakni PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR).

Di sektor perbankan, BEI memasukkan PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN), PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), PT Bank Krom Indonesia Tbk (BBSI), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), serta PT Bank Mega Tbk (MEGA).