Logo Bloomberg Technoz

Jerman Laporkan 5.486 Kematian Akibat Gelombang Panas

News
07 July 2026 21:00

Pejalan kaki memegang kipas untuk melindungi dari sinar matahari selama gelombang panas di New York, AS, Kamis (27/7/2023). (Jeenah Moon/Bloomberg)
Pejalan kaki memegang kipas untuk melindungi dari sinar matahari selama gelombang panas di New York, AS, Kamis (27/7/2023). (Jeenah Moon/Bloomberg)

Eva Brendel - Bloomberg News

Bloomberg, Jerman mencatat lebih dari 5.000 kematian berlebih (excess deaths) selama gelombang panas pada akhir Juni, menurut data awal dari Kantor Statistik Federal.

Pada pekan penuh terakhir Juni, tercatat 5.486 kematian lebih banyak dibandingkan dengan median periode 2022–2025, berdasarkan data dari kantor tersebut, yang juga dikenal sebagai Destatis. Akhir pekan yang menutup periode itu bertepatan dengan puncak gelombang panas, ketika suhu mencapai rekor nasional 41,7 derajat Celsius, atau 107,1 derajat Fahrenheit.


Robert Koch Institute (RKI) di Jerman diperkirakan akan merilis estimasi jumlah kematian akibat gelombang panas pada akhir pekan ini.

Angka-angka tersebut menjadi bukti terbaru dari besarnya korban jiwa akibat suhu ekstrem yang melanda Eropa belakangan ini. Perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang panas di benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia tersebut, sehingga memberikan tekanan yang semakin besar terhadap sistem kesehatan, transportasi, dan kelistrikan. Spanyol dan Prancis juga telah melaporkan ribuan kematian yang berkaitan dengan gelombang panas.

Deaths Rose Sharply During June Heat Wave. (Sumber: Destatis)