Logo Bloomberg Technoz

“Jumlah 29 terminal ini secara bertahap akan bertambah selama masa transisi,” ungkap Kitty.

Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan kesiapan 126 terminal BBM untuk dapat menyalurkan B50 terhitung mulai 1 Juli 2026. 

“Seluruh terminal BBM Pertamina Patra Niaga yang berjumlah 126 unit telah siap mendistribusikan B50 mulai 1 Juli 2026,” tutur Roberth saat dihubungi, Rabu (1/7/2026).

Roberth menambahkan, sebagai awalan, perseroan akan mendistribusikan B50 sebanyak 37,92 juta liter B50 pada 1 Juli 2026.

Ke depannya, PT PPN akan menyalurkan B50 hingga mencapai 87,27 juta liter per hari untuk skala nasional.

"PT PPN akan menyiapkan B50 sejumlah 87,27 juta liter per hari untuk disalurkan secara nasional," ujar Roberth.

Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan implementasi mandatori biodiesel B50 berlaku pada Juli 2026. 

“Jadi insyaallah kami sangat optimistis untuk implementasi launching daripada B50 itu akan dilakukan nanti pada 1 Juli 2026. Maka itu, kita akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar khususnya C48 [CN 48] ya,” kata Bahlil kepada awak media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (18/6/2026).

Dalam kesempatan yang berbeda, menurut Bahlil kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi sekaligus memperkuat pemanfaatan bahan baku dalam negeri berbasis kelapa sawit.

“Besok Juli akan kita resmikan B50, itu menyelamatkan wajah Indonesia dari ketergantungan impor solar kita. Mulai tahun ini kita tidak lagi melakukan impor solar,” ujar Bahlil dalam agenda Energy Forum CNBC Indonesia, Kamis (25/6/2026).

Bahlil menjelaskan, konsumsi solar nasional saat ini mencapai sekitar 39 juta kiloliter (kl) per tahun. Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan program biodiesel 40% (B40) yang memanfaatkan FAME berbahan baku CPO.

“Dari 39 juta kiloliter itu kemarin B40, itu 40% pakai FAME. FAME itu adalah dari CPO dengan metanol dicampur, jadilah FAME. Kemudian dicampur menjadi solar yang namanya B40,” jelasnya.

Adapun, Juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyatakan peresmian program B50 tersebut bakal dilakukan secara terpisah di salah satu SPBU oleh Presiden Prabowo Subianto.

Anggia juga mengklaim fasilitas produksi biodiesel hingga penyaluran di sektor hilir telah memadai, sehingga mandatori B50 dapat diimplementasikan mulai 1 Juli 2026.

“Sudah, sudah disiapkan. Dari hulu ke hilir, termasuk dari BBN-nya [bahan bakar nabati], kemudian untuk blending-nya, semua sudah ready. Termasuk untuk distribusinya juga sudah siap, sehingga kebijakan serentak pada Juli, bisa langsung diimplementasikan sesuai dengan arahan Presiden,” tegasnya.

(smr/wdh)

No more pages