Logo Bloomberg Technoz

S&P DJI Sebut RI Berpotensi Turun ke Frontier, Begini Kata Pakar

Cahya Puteri Abdi Rabbi
08 July 2026 10:16

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memberi peringatan akan risiko bursa saham RI turun kasta menjadi frontier market pada 2027. Risiko ini bisa terjadi apabila persoalan transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar belum menunjukkan perbaikan.

Di tengah kekhawatiran tersebut, sejumlah pakar justru menilai peluang Indonesia turun kasta dari emerging market masih relatif kecil. Posisi Indonesia dinilai masih memenuhi persyaratan utama, khususnya yang ditetapkan MSCI, meski implementasi reformasi pasar modal tetap menjadi perhatian.

Pengamat pasar modal Hans Kwee mengatakan bahwa anggapan Indonesia akan turun ke frontier market kurang berdasar jika mengacu pada hasil MSCI Market Classification Review Juni 2026 yang tetap mempertahankan Indonesia sebagai emerging market.


"Saat ini pasar saham Indonesia memiliki 11 saham yang memenuhi tiga kriteria utama MSCI (MSCI Global Standard Index). Artinya, sekalipun ada beberapa saham yang keluar pada peninjauan Agustus, jumlahnya masih jauh di atas syarat minimum tiga saham," kata Hans dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan tiga persyaratan tersebut meliputi ukuran perusahaan (company size), kapitalisasi pasar saham yang disesuaikan dengan free float (security size), serta likuiditas perdagangan (security liquidity).