IDI Tolak AI Jadi Pengganti Dokter Atasi Krisis di Daerah
Dinda Decembria
26 June 2026 16:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Slamet Budiarto, menilai kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) belum dapat dijadikan solusi untuk mengatasi kekurangan dokter di daerah.
Menurutnya, AI saat ini hanya layak digunakan sebagai alat bantu dokter, bukan menggantikan peran tenaga medis dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Slamet menjelaskan bahwa proses pemeriksaan pasien tidak hanya mengandalkan informasi tertulis, tetapi juga membutuhkan pemeriksaan fisik secara langsung. Karena itu, kemampuan AI saat ini masih memiliki keterbatasan dalam menegakkan diagnosis secara mandiri.
"AI sekarang pemeriksaannya tidak hanya berdasarkan tulisan. Tetap harus ada pemeriksaan langsung kepada pasien. Itu kelemahannya," kata Slamet kepada Bloomberg Technoz, Jumat (26/6).
Ia mengatakan hingga saat ini AI hanya mampu memberikan keluaran berupa kemungkinan penyakit berdasarkan data yang dimasukkan.































