Logo Bloomberg Technoz

Menurut Dudung, penyelesaian administrasi akan tetap dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Meski begitu, proses administrasi dan pelaksanaan pekerjaan akan berjalan secara paralel agar target penyelesaian pada tahun ini tercapai.

"Di dalam penyelesaian administrasi itu sendiri, karena ini harus segera, target sesuai dengan tahun ini, maka proyek ini [mother station CNG] akan segera dikerjakan," ujarnya.

Adapun, pengembangan proyek ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan pemanfaatan energi dalam negeri, serta mendukung pengurangan ketergantungan terhadap impor gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG). 

Pengembangan CBM Tanjung Enim juga akan menjadi pionir pengembangan migas nonkonvensional di Indonesia dengan potensi sumber daya sekitar 9,7 trillion cubic feet (TCF). 

Melalui pembangunan stasiun induk CNG, gas dari sumber produksi dapat dikompresi dan ditransportasikan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat maupun industri.

Dalam kesempatan yang sama, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) atau PGN selaku subholding gas PT Pertamina (Persero) menyiapkan skema pemanfaatan gas dari CBM Tanjung Enim dengan target penyaluran secara bertahap, mulai dari 1 million standard cubic feet per day (MMSCFD) hingga 25 MMSCFD. 

“Apresiasi atas dukungan Kepala Staf Kepresidenan dan jajaran dalam pengawalan optimalisasi gas domestik, khususnya pengembangan CBM Tanjung Enim dan infrastruktur penyaluran di Pagardewa,” ujar Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto.

Arief memaparkan integrasi infrastruktur pipeline dan non-pipeline melalui fasilitas poin injeksi dan stasiun induk CNG berperan penting agar potensi gas dari Tanjung Enim dapat disalurkan ke jaringan pipa transmisi PGN melalui Stasiun Penerima Gas Pagardewa.

Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok gas domestik, mulai dari sumber produksi, pengolahan, kompresi, pengangkutan, hingga penyaluran kepada pengguna akhir.

Pembangunan stasiun induk CNG di Tanjung Enim diharapkan menjadi bagian penting dari rantai pemanfaatan gas metana batu bara, mulai dari produksi, pengangkutan, hingga penyaluran kepada pengguna akhir.

Selain itu, pembangunan fasilitas injection point CNG dan biometana juga diharapkan dapat mendukung integrasi pemanfaatan gas domestik dan energi terbarukan berbasis gas secara lebih optimal.

“Dengan demikian, proyek ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekosistem energi domestik yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.

(smr/wdh)

No more pages