RKAB Batu Bara Direlaksasi, Penambang Butuh Waktu Pacu Produksi
Azura Yumna Ramadani Purnama
14 June 2026 11:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) memprediksi penambang batu bara Indonesia membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan biaya yang cukup besar untuk memacu produksi, ketika kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 direvisi.
Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono meyakini penambang batu bara pada awal tahun ini sudah menurunkan kecepatan produksi, sebab kuota produksi nasional hanya disetujui sekitar 600 juta ton.
Kondisi tersebut, kata dia, bahkan telah menyebabkan sejumlah perusahaan pertambangan terpaksa menutup tambangnya gegara kuota produksi telah habis.
“Menghidupkan kembali operasional tambang yang sudah dihentikan akan memerlukan waktu yang tidak sebentar dan juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dalam banyak kasus, kondisi wilayah tambang yang sudah dihentikan operasionalnya akan mengalami kerusakan sebagai akibat kondisi cuaca dan lingkungan,” kata Sudirman ketika dihubungi, dikutip Minggu (14/6/2026).
Sudirman menilai meningkatkan produksi tersebut bakal memerlukan waktu dan biaya yang tak sedikit untuk penangannya, hingga akhirnya kondisi operasional tambang dapat berproduksi dengan kapasitas penuh.




























