Logo Bloomberg Technoz

ESDM Diminta Selektif Longgarkan RKAB Batu Bara, Cegah Oversupply

Azura Yumna Ramadani Purnama
14 June 2026 09:50

Ilustrasi Tambang Batu Bara (esdm.go.id)
Ilustrasi Tambang Batu Bara (esdm.go.id)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menyarankan pemerintah tetap bersikap selektif dalam menyetujui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 komoditas batu bara.

Alasannya, langkah tersebut dapat mencegah potensi terjadinya oversupply atau kelebihan pasokan dunia gegara produksi yang terlalu tinggi dari Indonesia. Selain itu, harga batu bara juga berpotensi kembali melandai jika pasokannya terlalu melimpah.

“Jangan sampai juga keran peningkatan produksi dilakukan secara jorjoran yang hasilnya malah akan menciptakan suplai yang berlebih yang dikhawatirkan akan membuat harga batu bara jatuh kembali,” kata Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono, ketika dihubungi Minggu (14/6/2026).


Dia menilai persetujuan revisi RKAB batu bara dapat diberikan kepada perusahaan yang patuh dan taat aturan, seperti taat membayar pajak hingga patuh menerapkan praktik pertambangan yang baik atau good mining practice (GMP).

Truk mengantre untuk membongkar di area penyimpanan tambang batu bara terbuka PT Exploitasi Energi Indonesia di Palaran, Kalimantan Timur./Bloomberg

Pengaruh Ekspor