Logo Bloomberg Technoz

Investasi Rp7,2 T Masuk Jabar, PLTSa Legok Nangka Resmi Dimulai

Sabrina Mulia Rhamadanty
29 July 2026 17:18

Petugas melakukan pengelolaan kotoran hewan di Waste to Energy, Jakarta, Kamis (21/9/2023).(Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Petugas melakukan pengelolaan kotoran hewan di Waste to Energy, Jakarta, Kamis (21/9/2023).(Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi telah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama atas pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, Kabupaten Bandung pada Rabu (29/7/2026). 

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan nilai investasi proyek mencapai US$400 juta atau sekitar Rp7,2 triliun dengan kapasitas pembangkit mencapai 40,79 megawatt (MW).

"PSEL Legok Nangka dirancang dengan kapasitas pembangkit 40,79 MW dengan dengan nilai investasi sebesar US$400 juta atau sekitar Rp7,2 triliun," ungkap Yuliot dalam agenda groundbreaking PLTSa di Kabupaten Bandung, dikutip dari YouTube resmi Kementerian ESDM, Rabu (29/7/2026). 


Proyek ini merupakan PSEL pertama yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bersama PT Jabar Environmental Solutions (PT JES), dengan fasilitas VGF sebesar Rp1,34 triliun dari Kementerian Keuangan.

Selain itu, skema pendanaan dilakukan melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM) senilai US$46 juta dan investasi internasional sebesar €UR 35 juta. Investasi ini juga untuk mendukung pemerintah setempat dalam manajemen sampah di hulu dan pelatihan pengelolaan sampah lebih jauh.