Logo Bloomberg Technoz

Rebound SUN Memudar, Yield Kembali Naik Usai Keputusan The Fed

Redaksi
30 July 2026 14:01

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rebound yang kemarin sempat mewarnai pasar Surat Utang Negara (SUN), siang ini memudar. Pada perdagangan Kamis (30/7/2026), sebagian besar tenor mencatat kenaikan yield

Mengacu data Bloomberg pada 12:40 WIB, yield tenor acuan 10 tahun naik 0,5 basis poin (bps) menjadi 7,33%. Tenor yang lebih pendek juga mencatat kenaikan yield, seperti 2 tahun naik 1,2 bps menjadi 7,02%, tenor 3 tahun naik 1,4 bps menjadi 7,18%, dan tenor 6 tahun mengalami kenaikan yield 2,6 bps menjadi 7,34%. Kenaikan yield cukup tajam terjadi pada tenor 13 tahun bertambah 14 bs menjadi 7,44%. 

Meski begitu, sebagian tenor masih mencatat aksi beli yang terlihat dari penurunan yield. Seperti tenor likuid 5 tahun turun 2,7 bps menjadi 7,32%, tenor 11 tahun juga turun 2,7 bps menjadi 7,34%. 

Yield SUN pada Kamis (30/7/2026). (Bloomberg)

Kurva yang relatif datar hari ini mencerminkan bahwa ekspektasi suku bunga masih tinggi, tetapi ruang kenaikan tambahan juga tampaknya makin terbatas. Selain itu, yield SUN tenor 1 tahun saat ini berada di bawah yield SRBI tenor 12 bulan, dengan selisih sekitar 60 bps. 

Di sisi lain, meski The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di 3,5-3,75%, tetapi pernyataan Gubernur Kevin Warsh ditangkap sebagai sinyal hawkish, alih-alih dovish. Dengan tingkat suku bunga saat ini, pasar memperkirakan langkah yang ditempuh bank sentral AS cenderung higher for longer