Logo Bloomberg Technoz

“Istana Kancing” Mayestik, Cerita Kecil di Balik Potongan Busana

Andrean Kristianto
29 July 2026 09:55

Calon pembeli melihat-lihat koleksi kancing di toko Maju Pasar Mayestik, Jakarta, Selasa (29/07/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Calon pembeli melihat-lihat koleksi kancing di toko Maju Pasar Mayestik, Jakarta, Selasa (29/07/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Di tengah hiruk-pikuk Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, ada sebuah toko yang menjadi tujuan para pencari perlengkapan menjahit dari berbagai kalangan.

Di tengah hiruk-pikuk Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, ada sebuah toko yang menjadi tujuan para pencari perlengkapan menjahit dari berbagai kalangan.

Toko tersebut identik dengan lorong-lorong sempit yang membuat pengunjung harus bergerak perlahan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Toko tersebut identik dengan lorong-lorong sempit yang membuat pengunjung harus bergerak perlahan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Toko ini lebih dikenal dengan julukan “Istana Kancing”, sebutan yang semakin populer setelah ramai dibicarakan di media sosial.

Toko ini lebih dikenal dengan julukan “Istana Kancing”, sebutan yang semakin populer setelah ramai dibicarakan di media sosial.

Pengunjung harus melihat dengan teliti setiap bagian rak untuk menemukan barang yang dicari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengunjung harus melihat dengan teliti setiap bagian rak untuk menemukan barang yang dicari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain kancing, pengunjung dapat menemukan pita, renda, risleting, aksesori pakaian, serta berbagai ornamen lainnya untuk produk fesyen.

Selain kancing, pengunjung dapat menemukan pita, renda, risleting, aksesori pakaian, serta berbagai ornamen lainnya untuk produk fesyen.

Pelanggan tidak hanya memperoleh barang yang dibutuhkan, tetapi juga mendapatkan interaksi, rekomendasi, dan pengalaman memilih produk secara langsung

Pelanggan tidak hanya memperoleh barang yang dibutuhkan, tetapi juga mendapatkan interaksi, rekomendasi, dan pengalaman memilih produk secara langsung

Calon pembeli melihat-lihat koleksi kancing di toko Maju Pasar Mayestik, Jakarta, Selasa (29/07/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Di tengah hiruk-pikuk Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, ada sebuah toko yang menjadi tujuan para pencari perlengkapan menjahit dari berbagai kalangan.
Toko tersebut identik dengan lorong-lorong sempit yang membuat pengunjung harus bergerak perlahan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Toko ini lebih dikenal dengan julukan “Istana Kancing”, sebutan yang semakin populer setelah ramai dibicarakan di media sosial.
Pengunjung harus melihat dengan teliti setiap bagian rak untuk menemukan barang yang dicari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Selain kancing, pengunjung dapat menemukan pita, renda, risleting, aksesori pakaian, serta berbagai ornamen lainnya untuk produk fesyen.
Pelanggan tidak hanya memperoleh barang yang dibutuhkan, tetapi juga mendapatkan interaksi, rekomendasi, dan pengalaman memilih produk secara langsung

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di antara deretan toko yang memenuhi kawasan Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, terdapat sebuah kios yang menjadi tujuan banyak pencari perlengkapan menjahit. Namanya Toko Maju. Bagi banyak pelanggan, toko ini lebih dikenal dengan julukan “Istana Kancing”, sebutan yang semakin populer setelah ramai dibicarakan di media sosial.

Dari luar, Toko Maju terlihat sederhana. Tidak ada tampilan mencolok yang langsung menarik perhatian pengunjung. Bahkan, bagi orang yang baru pertama kali datang ke Pasar Mayestik, toko ini mungkin tampak seperti kios biasa di antara banyaknya usaha tekstil dan fesyen lainnya.

Kesan itu berubah ketika pintu toko terbuka. Ruang dua lantai tersebut menghadirkan pemandangan yang berbeda: rak-rak tinggi berisi berbagai perlengkapan jahit tersusun memenuhi ruangan. Pengunjung seolah memasuki sebuah ruang penyimpanan besar yang menyimpan ribuan pilihan detail fesyen.

Kancing menjadi salah satu daya tarik utama toko ini. Berbagai bentuk, ukuran, warna, dan bahan tersedia untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, mulai dari penjahit rumahan hingga desainer profesional. Selain kancing, pengunjung juga dapat menemukan pita, renda, ritsleting, aksesori pakaian, serta berbagai ornamen yang biasa digunakan untuk memberikan sentuhan akhir pada sebuah karya fesyen.

Lorong-lorong sempit di antara rak membuat pengalaman berbelanja di Toko Maju terasa berbeda. Pengunjung harus melihat dengan teliti setiap bagian rak untuk menemukan barang yang dicari.

Bagi pengunjung baru, banyaknya pilihan terkadang dapat membuat bingung. Namun, bagi para pegawai Toko Maju, setiap sudut ruangan memiliki pola yang sudah mereka kenali. Mereka terbiasa membantu pelanggan menemukan barang tertentu di antara ribuan produk yang tersusun di rak-rak toko.

Bagi para pelaku industri fesyen, Toko Maju bukan sekadar tempat membeli perlengkapan. Toko ini menjadi ruang untuk mencari inspirasi, membandingkan warna dan bentuk, serta berdiskusi mengenai pilihan terbaik sebelum sebuah rancangan diwujudkan.

Di tengah perkembangan belanja daring, keberadaan toko fisik seperti Toko Maju menunjukkan bahwa pengalaman berbelanja secara langsung masih memiliki nilai tersendiri. Pelanggan tidak hanya memperoleh barang yang dibutuhkan, tetapi juga mendapatkan interaksi, rekomendasi, dan pengalaman memilih produk secara langsung.

(dre/ain)