Logo Bloomberg Technoz

Relaksasi RKAB, Bisakah Atasi Isu Permintaan Ekspor Batu Bara RI?

Sabrina Mulia Rhamadanty
09 June 2026 11:20

Coal stockpile./Bloomberg-Prashanth Vishwanathan
Coal stockpile./Bloomberg-Prashanth Vishwanathan

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) menegaskan bahwa kepastian pasar ekspor batu bara Indonesia ke depan tidak bergantung pada kebijakan relaksasi kuota produksi dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) pertambangan. 

Kunci utamanya justru terletak pada konsistensi dan kepastian RKAB jangka panjang yang dikeluarkan pemerintah, dalam hal ini melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ketua IMEF Singgih Widagdo menjelaskan para importir batu bara dari negara luar sebenarnya membutuhkan gambaran yang jelas mengenai peta produksi nasional sejak jauh-jauh hari.


Hal ini penting untuk menyelaraskan kebutuhan negara importir dengan pasokan dari negara eksportir seperti Indonesia.

"Kepastian importir pada dasarnya bukan pada relaksasi, tetapi jauh di awal. Ini lebih kepada peta produksi dari negara-negara eksportir sekaligus irisannya dengan negara-negara importir, supaya mereka tau kebutuhannya [impor] berapa" ujar Singgih saat dihubungi, Selasa (9/6/2026).