Logo Bloomberg Technoz

Kekeringan Melanda, BMKG Siapkan OMC untuk Isi Waduk-waduk 

Dovana Hasiana
29 July 2026 19:40

Operasi Modifikasi Cuaca mulai dilaksanakan BMKG dan BNPB untuk mengurangi curah hujan di Jabodetabek. (Dok BNPB)
Operasi Modifikasi Cuaca mulai dilaksanakan BMKG dan BNPB untuk mengurangi curah hujan di Jabodetabek. (Dok BNPB)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi kemarau yang terjadi beriringan dengan fenomena El Nino pada 2026. 

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan operasi modifikasi cuaca itu dilakukan untuk pengisian air di sejumlah waduk di berbagai wilayah Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja kementerian dan lembaga untuk menjaga ketersediaan air untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), irigasi, dan kebutuhan air bersih.

“Untuk kekeringan, BMKG melakukan beberapa modifikasi cuaca, bekerja sama dengan BNPB, bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, dan juga dengan swasta untuk pengisian waduk. Pengisian waduk-waduk yang ada di Indonesia, kita punya 240 waduk, beberapa memang tidak semua itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih,” ujar dia kepada awak media, dikutip Rabu (29/07/2026). 


Faisal mengatakan terdapat enam provinsi yang menjadi fokus utama pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. BMKG juga akan melakukan operasi modifikasi cuaca di Kepulauan Riau, Aceh, dan beberapa tempat secara situasional tergantung situasi dan kondisi. Operasi tersebut akan dilakukan secara berkala untuk menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar.

Faisal mengatakan operasi modifikasi cuaca bakal dilakukan ketika permukaan air tanah sudah mengalami penurunan. Dia mengatakan BMKG tidak akan menunggu adanya titik api baru melakukan operasi modifikasi cuaca.