Logo Bloomberg Technoz

Dolar AS Merosot Tajam Setelah The Fed Menahan Suku Bunga

News
30 July 2026 05:40

Mata uang dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mata uang dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Anya Andrianova - Bloomberg News

Bloomberg, Dolar mengalami penurunan terajam dalam dua minggu setelah Federal Reserve (The Fed) tetap mempertahankan suku bunga, serta saat para pedagang mengurangi taruhan bahwa bank sentral tersebut akan menaikkan biaya pinjaman pada pertemuan berikutnya di bulan September.

Bloomberg Dollar Spot Index melonjak turun sekitar 0,3% pada hari Rabu setelah keputusan Fed, yang merupakan penurunan tercuram sejak 15 Juli. Ini juga merupakan penurunan terbesar indikator tersebut dalam dua tahun setelah keputusan Fed untuk menahan suku bunga tetap stabil.


Greenback (dolar AS) memperpanjang kerugiannya saat Ketua Fed Kevin Warsh menyatakan dalam konferensi pers bahwa para pejabat sedang mengamati peningkatan imbal hasil (yield) obligasi negara (Treasury), yang mengindikasikan bahwa para investor telah mengambil alih sebagian tugas bank sentral. Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2007 setelah Warsh berbicara.

"Warsh secara tersirat menyebutkan kenaikan imbal hasil Treasury sejak pertemuan terakhir sebagai pengganti kenaikan suku bunga, yang kemungkinan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga di pasar dan menekan mata uang dolar," ujar Yusuke Miyairi, ahli strategi mata uang di Nomura, London.