Logo Bloomberg Technoz

Produksi Batu Bara RI Ditaksir Tetap Turun Meski RKAB Direlaksasi

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 June 2026 11:00

Pertambangan batu bara./Bloomberg-Ferley Ospina
Pertambangan batu bara./Bloomberg-Ferley Ospina

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pelaku industri pertambangan memprediksi volume produksi batu bara tahun ini bakal di bawah realisasi 2025 sebanyak 817 juta ton, meski kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sebesar 600 juta ton bakal direvisi naik.

Presiden Direktur PT Ucoal Sumberdaya FH Kristiono berpendapat kondisi tersebut berpotensi terjadi, sebab kapasitas produksi nasional belakangan turun gegara pemangkasan RKAB yang sudah telanjur terjadi awal tahun ini.

Kris meramal kapasitas produksi batu bara semester I-2026 berada di sekitar 57,3 juta ton per bulan, lebih rendah dari rata-rata produksi 2025 sebesar 68,1 juta ton per bulan.


Untuk itu, dia memprediksi realisasi produksi batu bara sepanjang 2026 bakal disekitar 752 juta ton, jika nantinya RKAB 2026 disesuaikan dengan kapasitas produksi batu bara awal tahun ini.

“Revisi RKAB sebaiknya kembali ke kapasitas produksi yang sudah ada tahun lalu yakni 817 juta ton atau 68,1 juta ton per bulan. Namun, sudah hampir 6 bulan RKAB dipangkas, sehingga kapasitas turun ke 57,3 juta ton per bulan,” kata Kris ketika dihubungi, Selasa (9/6/2026).