Logo Bloomberg Technoz

Pernyataan Istana soal Kenaikan Harga BBM Pertamax

Dovana Hasiana
13 June 2026 12:30

Teddy Indra Wijaya (Dok. IG @catatanseskab)
Teddy Indra Wijaya (Dok. IG @catatanseskab)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya buka suara mengenai alasan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter di Jakarta. Teddy menggarisbawahi harga BBM nonsubsidi memang harus mengikuti harga minyak dunia.

Perlu diketahui, harga minyak dunia memang mengalami fluktuasi usai meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, pada pekan ini, harga Minyak West Texas Intermediate turun hampir 3% pada pembukaan menuju US$85 per barel setelah ditutup 2,6% lebih rendah pada Kamis. Brent ditutup di dekat US$90. Harga minyak terus turun setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini.


"[Sementara] harga BBM bersubsidi Pertalite dan Solar tidak naik. Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," ujar Teddy dalam unggahan di akun Instagram Sekretariat Kabinet, dikutip Sabtu (13/6/2026).

Walaupun naik, kata Teddy, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan dengan BBM dengan nilai oktan atau Research Octane Number (RON) 92 atau 95 di negara lain. Sebagai gambaran, Filipina sebesar Rp22.158; Laos sebesar Rp31.945; Thailand sebesar Rp28.910; Myanmar sebesar Rp25.085; dan Singapura sebesar Rp42.971.