Logo Bloomberg Technoz

Trump Ancam Serang Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Tembus US$90

News
29 July 2026 20:40

Donald Trump. (Chip Somodevilla/Getty Images via Bloomberg)
Donald Trump. (Chip Somodevilla/Getty Images via Bloomberg)

Alex Longley dan Kanoko Matsuyama-Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak mencatat kenaikan sejalan dengan kembali terjadi ketegangan baru di seluruh Timur Tengah, hingga mengingatkan kembali akan risiko yang terus mengancam pasokan di kawasan tersebut.

Harga minyak Brent menembus US$90 per barel, melonjak sekitar 7%. Harga kontrak minyak global mengalami fluktuasi tajam bulan ini seiring AS dan Iran secara bergantian meninggikan eskalasi konflik, dilanjutkan diplomasi, dan kini kembali ke pertempuran.


Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Iran akan terkena serangan setelah terjadi agresi terhadap pasukan AS di Yordania. Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menargetkan pangkalan udara dan pusat komando AS di Yordania dengan rudal balistik, dilaporkan IRIB News yang dikelola pemerintah, mengutip pernyataan IRGC. Media Iran kemudian menyatakan bahwa AS telah menyerang sebagian wilayahnya.

Minykak jenis Brent menunjukkan sinyal kebangkitan pasca ancaman AS serang Iran terbaru.

Kenaikan tajam harga minyak pada hari Rabu terjadi di tengah bulan yang sangat bergejolak. Harga telah bak roller coaster dalam kisaran hampir US$32 per barel pada bulan Juli selaras dengan meningkatnya serangan antara AS dan Iran serta kelompok Houthi yang didukung Teheran yang membuka front konflik baru di Laut Merah — hanya untuk kemudian turun tajam saat permusuhan mereda untuk sementara waktu.