Logo Bloomberg Technoz

Minyak Tembus US$100, Masih Ada Kans Harga Pertamax Turun Agustus

Azura Yumna Ramadani Purnama
24 July 2026 16:10

Pengendara mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengendara mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah ekonom menilai ruang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax masih terbuka pada periode penyesuaian Agustus 2026, meskipun harga minyak mentah Brent acuan dunia kembali melambung di atas US$100/barel.

Ekonom dari Universitas Andalas Syafrudin Karimi menilai peluang tersebut masih terbuka sebab formula perhitungan harga Pertamax memerhitungkan rata-rata harga minyak mentah dunia, bukan harga penutupan terakhir.

Dia mencatat harga minyak mentah Brent sempat turun ke kisaran US$70/barel pada akhir Juni, sehingga kenaikan harga minyak mentah yang belakangan menembus US$100/barel masih cukup teredam.

Pergerakan minyak Brent sampai dengan 24 Juli 2026./dok. Bloomberg

Syafruddin memprediksi harga Pertamax pada periode Agustus 2026 dapat turun terbatas sekitar Rp200—Rp500 per liter, jika rata-rata acuan harga BBM Mean of Platts Singapore (MOPS) dan kurs selama periode perhitungan tetap lebih rendah dari periode sebelumnya.

“Penurunan terbatas sekitar Rp200—Rp500 per liter masih mungkin apabila rata-rata MOPS Mogas 92 dan kurs selama periode perhitungan tetap lebih rendah daripada periode sebelumnya,” kata Syafruddin ketika dihubungi, Jumat (24/7/2026).