Logo Bloomberg Technoz

Rusia Jerat Bos Telegram Pavel Durov dengan Pasal Terorisme

News
29 July 2026 16:50

CEO dan co–founder Telegram, Pavel Durov. (Bloomberg)
CEO dan co–founder Telegram, Pavel Durov. (Bloomberg)

Tony Halpin - Bloomberg News

Bloomberg, Pihak berwenang Rusia resmi menjerat miliarder sekaligus pendiri Telegram, Pavel Durov, atas tuduhan membantu aksi terorisme. Ia dituding membiarkan aplikasi perpesanan populer tersebut dimanfaatkan oleh dinas keamanan Ukraina.

Durov, 41 tahun, kini telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) internasional, ungkap Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) dalam sebuah pernyataan resmi pada hari Rabu (29/7).


Bos Telegram tersebut dianggap “gagal menghapus berbagai saluran (channel), ruang obrolan (chat), dan bot pada aplikasi perpesanan ini, yang secara aktif digunakan oleh dinas khusus Ukraina serta organisasi teroris dan ekstremis untuk mempersiapkan dan mengoordinasikan aksi sabotase, terorisme, pembunuhan massal, hingga penipuan siber.”

Otoritas Rusia telah membuka penyelidikan terhadap Durov—yang juga memegang kewarganegaraan Uni Emirat Arab—sejak Februari lalu, usai dirinya mengkritik tindakan keras pemerintah terhadap media sosial. Surat kabar milik pemerintah, Rossiyskaya Gazeta, kala itu menuding pengusaha teknologi tersebut sebagai “ancaman langsung bagi stabilitas sosio-politik” di Rusia dan mengklaim dirinya berada di bawah pengaruh asing.