Logo Bloomberg Technoz

Kinerja Fiskal Semester II-2026 Diramal Tertekan, Pajak Tertekan

Mis Fransiska Dewi
29 July 2026 18:40

Ilustrasi Pajak (Envato)
Ilustrasi Pajak (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom memperkirakan kinerja fiskal pemerintah pada semester II-2026 menghadapi sejumlah tekanan, mulai dari meningkatnya beban subsidi energi, potensi pelemahan penerimaan pajak, hingga kenaikan ongkos pembiayaan akibat meningkatnya persepsi risiko terhadap Indonesia.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengungkapkan perbaikan kinerja fiskal pada semester I-2026 berpotensi tidak berlanjut sepenuhnya pada paruh kedua tahun ini. Dia membeberkan terdapat sejumlah faktor yang dapat menekan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Salah satu risiko utama berasal dari pergerakan harga minyak mentah dunia lantaran akan berpengaruh langsung terhadap beban subsidi pemerintah.


"Semester II akan banyak ditentukan dari pergerakan harga minyak mentah dunia. Perkembangannya sampai saat ini masih cukup dinamis," kata Yusuf dalam agenda CORE Midyear Economic Review 2026 "Pertaruhan Stabilitas Ekonomi", Rabu (29/7/2026).

Yusuf memaparkan harga minyak secara year to date (ytd) telah berada di kisaran US$85/barel, lebih tinggi dibandingkan asumsi makro APBN 2026 sebesar US$70/barel.