Logo Bloomberg Technoz

BRI Dorong UMKM Gula Merah Sumenep Perluas Jangkauan Pasar


(Dok. BRI)
(Dok. BRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di sebuah dapur produksi sederhana di Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep, aroma khas gula merah terus mengepul dari tungku tradisional. Di balik aktivitas tersebut, terdapat kisah perjuangan Rosidah, pelaku UMKM yang selama hampir dua dekade mempertahankan usaha gula merah khas Madura hingga berkembang menjadi salah satu pemasok bagi berbagai daerah di Pulau Madura.

Perjalanan Rosidah menjadi bukti bahwa ketekunan dan akses pembiayaan mampu mengubah usaha rumahan menjadi bisnis yang terus bertumbuh. Berbekal bahan baku air nira pohon siwalan atau lontar yang melimpah di wilayah Sumenep, perempuan berusia 50 tahun itu mulai mengembangkan usahanya sejak 2006.

Pada masa awal merintis usaha, berbagai tantangan harus dihadapi. Keterbatasan peralatan produksi serta minimnya modal membuat kapasitas usaha berjalan secara bertahap. Meski demikian, Rosidah tetap mempertahankan kualitas produknya agar mampu diterima pasar.


Kesabaran tersebut mulai membuahkan hasil ketika produk gula merah buatannya mendapat respons positif dari konsumen. Permintaan terus meningkat hingga menjangkau berbagai wilayah di Madura.

"Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, kualitas gula merah buatan saya mulai dilirik konsumen. Permintaan mulai berdatangan," ungkapnya.