Logo Bloomberg Technoz

Penurunan Harga Pertamax Bisa Tertahan Jika Minyak Stabil Tinggi

Azura Yumna Ramadani Purnama
24 July 2026 17:20

Pengendara mengantre mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengendara mengantre mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom menilai penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dapat tertahan, jika harga minyak mentah dunia terus bertahan di level psikologis tinggi dalam jangka waktu yang lama.

Ekonom dari Universitas Andalas Syafrudin Karimi menjelaskan lonjakan harga minyak mentah yang terjadi baru-baru ini belum otomatis akan menentukan harga BBM nonsubsidi untuk periode Agustus 2026, terlebih dalam sebagian besar periode evaluasi harga minyak mentah sempat berada di kisaran US$70/barel.

Kendati begitu, dia juga mengingatkan lonjakan harga minyak mentah menjelang akhir periode evaluasi dapat menaikkan rata-rata harga BBM Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi salah satu acuan penetapan harga BBM nonsubsidi.


Selain itu, lonjakan harga tersebut juga bisa meningkatkan premi kargo, ongkos angkut, dan biaya pengadaan.

“Jika kenaikan ini bertahan beberapa hari, Pertamina akan lebih sulit membenarkan pemotongan harga yang berarti. Skenario paling masuk akal untuk Agustus ialah harga Pertamax tetap, bukan turun besar atau langsung naik tajam,” kata Syafrudin ketika dihubungi, Jumat (24/7/2026).

Pergerakan minyak Brent sampai dengan 24 Juli 2026./dok. Bloomberg