Logo Bloomberg Technoz

ESDM Beber Potensi Harga Pertamax Turun Bulan Depan

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 July 2026 16:50

Petugas mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara ihwal potensi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax pada periode penyesuaian Agustus 2026.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa penetapan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi memerhitungkan harga minyak mentah di pasar global dan sejumlah aspek teknis lainnya.

Dia menyatakan saat ini harga minyak mentah bergerak dengan tidak stabil atau dapat naik dan turun dalam waktu cepat, sebab pasar minyak global masih diliputi ketidakpastian gegara konflik di Timur Tengah.


“Untuk harga Pertamax, kita mengikuti harga pasar. Untuk harga pasar, kalau kita lihat kondisi secara geopolitik, ada juga uncertainty-nya cukup tinggi. Jadi, justru di pasar internasional kan harga naik,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor BRIN, Selasa (28/7/2026).

Yuliot menyatakan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) bakal menghitung biaya pokok produksi (BPP) dari masing-masing produk nonsubsidi dan memerhitungkan keuntungan yang didapatkan.