Wall Street Melemah Usai The Fed Putuskan Tahan Suku Bunga
News
30 July 2026 05:20

Rita Nazareth - Bloomberg News
Bloomberg, Saham-saham di Bursa AS (Wall Street) ditutup melemah tajam karena kekhawatiran seputar inflasi mendorong imbal hasil obligasi jangka panjang ke level tertinggi dalam hampir dua dekade, setelah Bank Sentral atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tetap stabil di tengah kebangkitan kembali harga minyak.
Indeks S&P 500 merosot 1,5%, dengan indikator tersebut juga terpukul oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham perusahaan chip. Nasdaq 100 memasuki koreksi teknis, memperpanjang penurunan dari rekor tertingginya hingga 11%. Imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007.
Minyak mentah Brent melampaui $90. Pada perdagangan jam malam (after-hours), Meta Platforms Inc. memberikan proyeksi yang kurang mengesankan. Unit komputasi awan Microsoft Corp. tumbuh pada laju tercepat dalam empat tahun.
Gubernur The Fed Kevin Warsh, bersikeras bahwa keputusan para pembuat kebijakan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah bukanlah tanda kelambanan di bank sentral, yang ia tegaskan kembali berkomitmen untuk mengatasi tekanan harga.




























