Di Luar Negeri, Rupiah Masih di Atas Rp18.000/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
08 June 2026 07:19

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) masih bertahan di level Rp18.082/US$, meski sempat menguat 0,3%. Tak lama berselang, penguatan rupiah tersisa 0,19% ke posisi Rp18.101/US$ pada 06:39 WIB.
Tekanan terhadap rupiah datang dari sentimen global yang kembali memburuk. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama kembali melambung ke 100,11.
Begitu juga harga minyak kembali melonjak, minyak Brent sempat melonjak hingga 3,6% ke level US$96,47 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat mendekati US$94 per barel sebelum memangkas sebagian penguatannya.
Lonjakan harga minyak dipicu oleh serangan rudal Iran ke arah Israel, yang meningkatkan kekhawatiran bahwa upaya gencatan senjata di kawasan tersebut akan gagal.
Kondisi ini memperbesar risiko gangguan pasokan energi global dan mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.


























