Rupiah Ditutup Merah Tapi Masih di Bawah Rp18.000/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
23 July 2026 15:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melemah 0,2% ke Rp17.915/US$ dalam penutupan perdagangan pasar spot Kamis (23/7/2026), tertekan kenaikan harga minyak yang mencapai US$97,25 per barel.
Sementara dari kawasan, pergerakan mata uang Asia relatif beragam dengan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang sedikit terpangkas. Won Korea Selatan menguat paling tajam, disusul dolar Taiwan, yuan offshore, dolar Singapura, yuan China, dan rupee India yang relatif terbatas penguatannya.
Sebaliknya, rupiah melemah bersama yen, baht Thailand, dan ringgit Malaysia.
Rupiah melemah setelah Bank Indonesia (BI) memilih menetapkan BI Rate di 5,75% demi menopang pertumbuhan ekonomi. BI memilih menahan suku bunga setelah menaikkan suku bunga sebanyak 100 basis poin (bps) secara kumulatif sejak Mei.
Langkah ini diupayakan BI untuk menopang sektor riil yang sepertinya sedang mencoba bangkit setelah sempat kekurangan tenaga. Survei Perbankan Bank Indonesia menggambarkan adanya lonjakan permintaan kredit pada kuartal II-2026. Saldo Bersih Tertimbang (SBT) 93,08%, naik dari 38,74% pada kuartal sebelumnya, dan pada kuartal III kredit baru masih diprakirakan tumbuh.
































