Langkah Hawkish BI Berpotensi Topang Rupiah
Tim Riset Bloomberg Technoz
22 July 2026 08:32

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menguat terbatas di pasar Non-Deliverable Forwad (NDF) pada sesi perdagangan Rabu (22/7/2026). Mulanya rupiah membuka perdagangan dengan stagnasi, lalu mendapat tenaga dengan penguatan 0,04% ke Rp17.946/US$.
Terbatasnya penguatan rupiah offshore dipicu oleh kenaikan harga minyak yang kembali menyentuh US$91,59 per barel, seiring kembali naiknya eskalasi konflik di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan merespons jika kelompok Houthi yang didukung Iran mengganggu pelayaran di Laut Merah, dan kembali menegaskan untuk menyerang lokasi fasilitas nuklir Iran.
Meski begitu, pelemahan terbatas yang terjadi pada dolar AS, dengan indeks dolar menyusut 0,04% ke posisi 101,13, memberi ruang bagi penguatan sebagian mata uang Asia.
Dari pasar yang sudah buka, won Korea Selatan menguat 0,2%, disusul yen Jepang, yuan offshore, dan dolar Hong Kong yang lebih terbatas. Sebaliknya, ringgit Malaysia kembali melemah 0,13%, bersama dolar Singapura.
Meski begitu, ruang apresiasi rupiah diperkirakan masih terbuka, seiring adanya ekspektasi pasar terhadap langkah hawkish Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps) ke 6%.





























