Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Menguat Terbatas Setelah BI Tahan Bunga Acuan

Tim Riset Bloomberg Technoz
22 July 2026 15:11

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menguat terbatas setelah Bank Indonesia (BI) menahan BI Rate di 5,75%. 

Pada perdagangan Rabu (22/7/2027) siang setelah BI mengumumkan BI Rate, rupiah terapresiasi 0,02% ke posisi Rp17.880/US$ pada 14:36 WIB. Tadi pagi, rupiah sempat melemah 0,36% di Rp17.947/US$. 

Sementara di pasar obligasi, aksi jual masih berlangsung dengan adanya kenaikan yield di hampir semua tenor. Tenor 1 tahun mengalami kenaikan yield 0,9 bps menjadi 7,04%, yield tenor 5 tahun juga naik 2,8 bps menjadi 7,26%, lalu tenor acuan 10 tahun juga terkerek naik 1,4 bps ke 7,3%. 


Sebelumnya, konsensus yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan BI akan menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 6%. Namun, berbeda dari ekspektasi pasar, BI akhirnya mempertahankan BI Rate. 

"BI memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers Hasil RDG BI hari ini, Rabu (22/7/2026).