Seporsi Makan Siang Gratis yang Meringankan Beban Warga
Andrean Kristianto
23 July 2026 19:23
Bloomberg Technoz, Jakarta - Menjelang tengah hari, sebuah ruko sederhana di Jalan Raya Pekayon, Bekasi, Jawa Barat, mulai dipenuhi langkah kaki warga. Satu per satu datang dengan tujuan yang sama: menikmati seporsi makan siang gratis yang disediakan Yayasan Damaris Pancasila Indonesia.
Tepat pukul 11.45 WIB, para relawan bergerak membagikan kupon makan kepada warga yang telah menunggu. Setiap hari, tersedia 100 kupon, jumlah yang disiapkan sesuai kapasitas makanan yang telah dimasak sejak pagi.
Baca Juga
Setelah menerima kupon, warga memasuki ruko berukuran sekitar 5 x 10 meter secara bergantian. Di dalam ruangan itu, meja-meja telah dipenuhi baki berisi makanan hangat. Hari ini, tersedia dua pilihan menu.
"Porsi pertama ada ayam goreng ketumbar, tahu kari, dan cah labu siam. Menu kedua ada ayam cabai hijau, tahu kecap, sama sayur asam. Semuanya dapat buah dan air mineral," ujar Koordinator Wilayah Jabodetabek Yayasan Damaris Pancasila Indonesia, Erna.
Erna mengatakan, program tersebut rutin menyediakan 100 porsi makanan setiap hari Senin hingga Sabtu bagi masyarakat yang membutuhkan. Tidak ada persyaratan khusus bagi warga yang datang. Selama persediaan masih ada, siapa pun dapat menikmati layanan makan siang gratis tersebut.
"Dalam sehari kami menyiapkan 100 porsi. Ini untuk orang-orang yang membutuhkan. Siapa saja boleh. Kami juga tidak mungkin menolak kalau mereka sudah datang ke sini," kata Erna kepada Bloomberg Technoz, Kamis (23/7).
Bagi sebagian warga, seporsi makan siang gratis bukan sekadar pengganjal perut. Program ini juga memberi ruang untuk menghemat pengeluaran rumah tangga yang terus meningkat.
Leni (35), misalnya, mengaku kehadiran rumah makan gratis itu sangat membantu keluarganya. Uang yang semula dialokasikan untuk membeli bahan makanan atau gas memasak kini bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang tak kalah penting.
"Saya bersyukur banget, alhamdulillah sudah membantu kita. Uang yang biasanya buat masak, buat beli gas, jadi bisa dipakai untuk kebutuhan yang lain," tutur Leni.
Di tengah tekanan biaya hidup yang masih dirasakan sebagian masyarakat, ruko sederhana ini menjadi tempat singgah yang menghadirkan lebih dari sekadar seporsi makanan hangat.
(dre)





















