Logo Bloomberg Technoz

Bank Mandiri Beber Faktor Pendorong Pertumbuhan Laba Paruh I-2026

Cahya Puteri Abdi Rabbi
23 July 2026 20:50

dok. Bank Mandiri
dok. Bank Mandiri

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengungkapkan pertumbuhan bisnis inti dan peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) menjadi faktor utama yang menopang kenaikan laba bersih perseroan pada semester I-2026.

Hingga akhir Juni 2026, bank pelat merah tersebut membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun atau tumbuh 24,4% secara tahunan atau year on year (yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi dana pihak ketiga (DPK) yang diikuti pertumbuhan penyaluran kredit, disertai kualitas aset yang tetap terjaga.

Direktur Finance & Strategy BMRI, Novita Widya Anggraini menjelaskan bahwa pertumbuhan dana pihak ketiga mencapai 17,1% dan berhasil dikonversi menjadi pertumbuhan kredit sebesar 19,9%. Ekspansi bisnis tersebut turut mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 8%.


Selain mencatatkan pertumbuhan bisnis, perseroan juga mampu mempertahankan kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sebesar 0,98%, coverage ratio 242%, serta cost of credit (CoC) yang tetap rendah di level 0,52%.

"Bank Mandiri mampu mempertahankan aset kualitasnya dengan baik dan ini juga sejalan dengan strategi Bank Mandiri yang fokus menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang prospektif dan resilient, sekaligus mendorong penguatan ekosistem bisnis dan dukungan kepada agenda strategis pemerintah sebagai agent of development," ujar Novita dalam paparan publik secara daring pada Kamis (23/7/2026).