Logo Bloomberg Technoz

Dampaknya mulai terlihat di kawasan Asia, di mana dolar Singapura, yen Jepang, dan dolar Hong Kong masing-masing melemah 0,05%, 0,02%, dan 0,01% terhadap dolar AS.

Pergerakan mata uang kawasan yang sudah buka pada Senin (8/6/2026) Pagi, 06.40 WIB. (Bloomberg)

Dari dalam negeri, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data cadangan devisa Indonesia yang akan menjadi indikator penting kemampuan Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar. Pada akhir April, cadangan devisa tercatat sebesar US$146,2 miliar, setara dengan 5,8 bulan impor, masih jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Posisi tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki bantalan eksternal yang relatif kuat untuk menghadapi gejolak pasar global.

Posisi cadangan devisa selama enam bulan terakhir. (Bloomberg)

Meski demikian, tren penurunannya mulai menjadi perhatian. Cadangan devisa telah menyusut selama empat bulan berturut-turut. Sepanjang kuartal I-2026, cadangan devisa berkurang US$8,2 miliar, dan setelah memperhitungkan penurunan pada April, total penyusutannya mencapai sekitar US$10,27 miliar.

Angka ini mengindikasikan otoritas moneter kemungkinan terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi untuk meredam tekanan terhadap rupiah.

Di tengah kondisi ini, ke mana arah rupiah?

Dengan kombinasi kenaikan harga energi, penguatan dolar AS, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, serta potensi menurunnya cadangan devisa domestik, risiko rupiah untuk kembali menguji area Rp18.050-Rp18.150/US$ dalam waktu dekat masih terbuka.

Sebaliknya, peluang penguatan yang lebih signifikan baru akan muncul apabila data cadangan devisa menunjukkan stabilitas, harga minyak kembali jinak, atau sentimen global berbalik lebih positif terhadap aset negara berkembang.

Analisa Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Senin 8 Juni 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal nilai tukar rupiah berpotensi kembali melemah pada perdagangan hari ini. Dengan target pelemahan menuju Rp18.050/US$ sampai dengan Rp18.100/US$. Level selanjutnya pelemahan berharap tertahan di Rp18.150/US$ dengan tertembusnya support kuat dari posisi sebelumnya.

Adapun dalam tren jangka menengah, atau dalam sepekan perdagangan, rupiah mengonfirmasi trend bearish, apabila tertembus trendline channel kuatnya lagi, maka berpotensi membentuk All Time Low baru yang tercermin dari time frame daily hingga Rp18.400/US$.

Apabila rupiah memberikan tanda-tanda menguat nantinya, resistance terdekat dapat menguat hingga menembus Rp18.000/US$, sementara range gerak rupiah dalam resistance di antara Rp17.900/US$ sampai dengan Rp17.800/US$.

--- Artikel ini telah diperbarui dengan analisa teknikal

(riset/aji)

No more pages