Logo Bloomberg Technoz

Investasi Bauksit RI Salip Nikel, Imbas Eksodus Aluminium China

Sabrina Mulia Rhamadanty
23 July 2026 10:00

Seorang pekerja memeriksa sel reduksi di pabrik peleburan atau smelter aluminium Rio Tinto Alma di Alma, Quebec, Kanada./Bloomberg-Andrej Ivanov
Seorang pekerja memeriksa sel reduksi di pabrik peleburan atau smelter aluminium Rio Tinto Alma di Alma, Quebec, Kanada./Bloomberg-Andrej Ivanov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI) meyakini kenaikan investasi hilirisasi bauksit pada kuartal II-2026 salah satunya dipicu oleh migrasi produksi turunan bauksit—yaitu aluminium — China ke negara lain, termasuk Indonesia.  

“Peningkatan pasti berjalan seiring dengan situasi global. Pengalihan produksi aluminium ke luar China juga salah satu indikator gairah investor China ke Indonesia,” ungkap Ketua Umum ABI Ronald Sulistyanto saat dihubungi, Kamis (23/7/2026).

Laba bersih smelter aluminium China./dok. Bloomberg

Ronald menambahkan, selain migrasi dari China, hal lainnya yang menjadi pendorong lonjakan investasi hilirisasi bauksit adalah adalah penggunaan aluminium yang lebih tinggi untuk mendukung industri otomotif, khususnya baterai listrik atau electric vehicle (EV).


“Bukan hanya nikel, aluminium juga dibutuhkan dalam perkembangan EV. Ini akhirnya mendukung refinery bauksit yang menghasilkan aluminium bertambah juga investasinya,” tambah dia. 

Ronald menjelaskan, pada industri baterai EV, khususnya ion litium, aluminium lembaran ekstra tipis berfungsi sebagai pengumpul arus listrik (current collector) di bagian katoda.