Bantar Gebang Simpan Peluang, Jin Bekas Berbuah Cuan
Andrean Kristianto
23 July 2026 20:51
Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah tumpukan sampah yang menggunung di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, tersimpan peluang yang berhasil dilihat oleh tangan kreatif seorang perajin. Limbah kain jin yang sebelumnya tidak bernilai kini disulap menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.
Sekitar 150 meter dari hamparan gunungan sampah Bantar Gebang berdiri sebuah bangunan sederhana yang menjadi tempat kerja Anam Nonako (26). Dengan dua mesin jahit dan dibantu dua pekerja, ia mengolah limbah jin menjadi produk kerajinan.
Baca Juga
Anam memilih limbah jin sebagai bahan utama karena material tersebut sebelumnya kurang mendapat perhatian dari para pemulung di kawasan Bantar Gebang. Sebagian besar kain jin yang tidak terpakai kembali berakhir di tempat pembuangan setelah bagian logam seperti ritsleting dan kancing diambil.
“Kenapa Jin sebagai gerakan awal karena pemulung yang ada disini hanya merespon bagian terkecil yang ada dibahan jin, ada retsleting dan kancing, karena itu salah satu bentuk jenis logam, sedangkan kainnya itu mereka buang lagi ke TPST,” ungkap Anam kepada Bloomberg Technoz, Kamis (23/7).
Setiap pekan, sejumlah pemulung membawa limbah jin dari TPST Bantar Gebang untuk dijual kepada Anam. Ia membeli limbah tersebut dengan harga Rp2.000 hingga Rp5.000 per potong, bergantung pada kondisi bahan.
Dari potongan kain jin bekas itu, Anam menghasilkan berbagai produk, mulai dari tas hingga gantungan kunci. Produk buatannya dijual dengan harga mulai Rp60.000 sampai Rp400.000 dan telah menarik pembeli dari dalam maupun luar negeri.
"Penjualan kalau di luar negeri kita beberapa kali kirim ke Jepang sampai sekarang juga, ke London juga,” ungkap Anam.
Usaha pengolahan limbah jin tersebut telah dijalankan Anam sejak 2021. Melalui kreativitas dan ketekunannya, ia mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan.
“Omzetnya rata-rata perbulannya Rp30-40 juta ya itu bisa dibilang kotor, bisa dibilang bersih,” kata Anam.
(dre)























