Ekonom: Kenaikan Suku Bunga 50 Bps Jadi Langkah Agresif BI
Redaksi
22 May 2026 11:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) baru saja menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Salah satu alasan kenaikan ini adalah untuk mengendalikan pergerakan rupiah yang sempat berada di level Rp17.700 di pekan ini.
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede menilai bahwa kenaikan BI Rate yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar ini dikarenakan tekanan rupiah yang sangat berat. Selain itu, BI juga telah menggunakan cadangan devisa lebih dari US$10 miliar untuk langkah stabilisasi ini.
“Jadi, langkah BI ini bukan sekadar penyesuaian biasa, melainkan langkah yang lebih agresif untuk memulihkan kepercayaan pasar dan memberi sinyal bahwa stabilitas rupiah menjadi prioritas utama,” kata Josua kepada Bloomberg Technoz, Kamis (21/5/2026).
Josua bilang, kenaikan suku bunga ini masih mampu menahan tekanan rupiah dalam jangka pendek, tetapi belum cukup untuk mengendalikan rupiah secara jangka panjang jika tidak didukung perbaikan faktor mendasar.
Dari sisi jangka pendek, kenaikan BI Rate membuat aset rupiah lebih menarik, membantu menahan arus keluar modal, mengurangi tekanan spekulatif di pasar valas, dan memperkuat sinyal bahwa BI tidak membiarkan rupiah melemah terlalu jauh.






























