Logo Bloomberg Technoz

BI Beber 5 Langkah Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI

Mis Fransiska Dewi
21 May 2026 10:30

Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)
Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo membeberkan 5 langkah yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia usai menaikkan suku bunga Bank Indonesia menjadi 5,25%. Langkah pertama adalah dengan menjaga likuiditas moneter tetap longgar.

“Kami kenapa ini membeli SBN dari pasar sekunder agar memastikan likuiditas di pasar uang dan perbankan lebih dari cukup bagi bank untuk menyalurkan kredit dan meminimalkan dampaknya terhadap kenaikan suku bunga baik di deposito maupun di kredit,” kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (20/5 2026).

Yang kedua, Bank Indonesia meningkatkan insentif likuiditas makroprudensial kepada sektor-sektor strategis untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan. Hingga Mei 2026, nilai Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) telah mencapai Rp424,7 triliun.


Likuiditas tersebut dialokasikan kepada bank-bank nasional, terdiri dari Bank BUMN sebesar Rp214,2 triliun, bank swasta Rp171,1 triliun, serta Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp30,6 triliun. Insentif juga diarahkan kepada sektor-sektor prioritas yang mendukung program pemerintah dan penciptaan pertumbuhan ekonomi.

“Dari kebijakan makroprudensial longgar memberikan insentif likuiditas kepada bank-bank yang menyalurkan kredit dan menurunkan suku bunga yang menjaga suku bunga kreditnya tetap rendah,” kata Perry