Logo Bloomberg Technoz

Dokter Jelaskan Soal Perdebatan Sarden Real Food atau UPF

Dinda Decembria
22 May 2026 08:50

Ilustrasi Tuna Kaleng (Envato)
Ilustrasi Tuna Kaleng (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perdebatan soal makanan kaleng ramai di media sosial. Banyak warganet menganggap seluruh produk makanan kaleng, termasuk sarden, masuk kategori ultra-processed food (UPF) dan bukan lagi real food.

Dokter spesialis gizi klinik dr. Johanes Chandrawinata, Sp.GK, menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, sarden kalengan umumnya justru masih tergolong makanan asli atau real food karena proses pengolahannya minim tambahan bahan.

“Sarden kalengan umumnya bukan UPF karena hanya mengandung sedikit tambahan kandungan seperti garam, air, bumbu, dan tomat,” kata Johanes saat dihubungi Bloomberg Technoz, kutip Jumat (22/5).


Ia menjelaskan, kategori UPF biasanya merujuk pada produk yang mengalami proses industri berlebihan dan mengandung banyak zat tambahan seperti pewarna, pemanis buatan, pengawet kompleks, hingga perisa sintetis. Sementara pada sarden kalengan, komposisinya relatif sederhana dan masih mempertahankan kandungan gizi utama dari ikan.

Johanes mengatakan sarden kalengan juga aman dikonsumsi selama kondisi produknya masih layak. “Sarden kalengan aman dikonsumsi selama belum kedaluwarsa dan kalengnya utuh tidak penyok,” ujarnya.