Ekonom: Kenaikan BI Rate Hanya Jadi Obat Jangka Pendek Rupiah
Redaksi
21 May 2026 16:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia baru saja menaikkan suku bunga (BI Rate) menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu (21/5/2026). Kenaikan tersebut diharapkan menjadi panasea di tengah terus melemahnya nilai tukar rupiah dihadapan Dolar Amerika Serikat.
Meski begitu, Ekonom senior INDEF Ahmad Tauhid, menyebut bahwa kenaikan suku bunga ini hanyalah akan menjadi obat jangka pendek bagi rupiah.
“Short term saya kira memang rupiah akan menguat gitu ya. Tetapi kuartal ke-3 atau ke-4 belum tentu. Short term artinya 1 bulan, 2 bulan lah. Tapi kuartal ke-3, 4 itu bisa jadi berubah. Ini karena hal-hal lain yang membuat investor melihatkan bukan hanya urusan suku bunga, tapi urusan-urusan yang sangat struktural,” kata Tauhid kepada Bloomberg Technoz, Kamis (21/5/2026).
Tauhid menyebut bahwa kekhawatiran yang terjadi terutama dari ketidakpastian yang terjadi di Indonesia, termasuk terkait dengan dikeluarkannya beberapa saham dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan juga pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait dengan Badan Usaha yang mengatur ekspor SDA.
Hal ini bertambah berat dengan suku bunga FED yang kemungkinan besar akan sulit turun mengingat inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi. Bahkan Tauhid menyebut bahwa keseimbangan rupiah saat ini telah bergeser.






























