Logo Bloomberg Technoz

BI: Instrumen Penempatan DHE SDA Kini Bisa Pakai Yuan China

Sultan Ibnu Affan
21 May 2026 19:00

Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg
Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah memperluas cakupan transaksi khusus untuk penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) mengunakan mata uang Yuan China, termasuk juga di instrumen term deposit, baik dari eksportir kepada bank maupun dari bank kepada BI.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, langkah tersebut dilakukan guna mendukung kebijakan penempatan DHE SDA melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026.

"Kami perluas adalah bahwa DHE SDA ini bisa digunakan sebagai instrumen term deposit. Baik eksportir kepada bank maupun bank kepada Bank Indonesia. Mata uangnya juga kami perluas, yang selama ini hanya dolar AS, sekarang kita juga perluas non-dolar AS," kata Perry di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (21/5/2026).


Perry mengatakan, apalagi, Yuan saat ini juga tengah marak digunakan sebagai instrumen Local Transaction Currency (LCT) antara Indonesia dengan China yang hingga saat ini terus mengalami peningkatan.

Dengan kata lain, instrumen transaksi dengan yuan China kini bisa dilakukan secara langsung di perbankan domestik baik itu dalam bentuk transaksi tunai atau spot, currency swap, hingga transaksi forward.