Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Dibuka Melemah, Terpeleset 1% Lebih

Muhammad Julian Fadli
11 May 2026 09:10

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (11/5/2026), dibuka melemah. Hingga pukul 9.05, indeks kehilangan 108,09 poin atau setara dengan melemah 1,55% menyentuh level 6.861.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 4,5 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 325.215 kali.

Sebanyak 423 saham melemah, dan hanya 142 saham menguat. Sementara, 149 saham tidak bergerak.


Untuk perdagangan hari ini, Senin (11/5/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, IHSG didorong katalis pemerintah tengah mengkaji penerapan sistem bagi hasil seperti di sektor minyak dan gas bumi (migas) untuk industri pertambangan mineral dan batu bara (minerba). 

Kebijakan itu merangsang revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025. Alhasil saham–saham pertambangan emiten komoditas berguguran. Sementara, cadangan devisa Indonesia per April 2026 tercatat sebesar US$146,2 miliar