Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Melemah 6 Minggu Beruntun

Tim Riset Bloomberg Technoz
08 May 2026 15:31

Uang dolar AS dan rupiah ditunjukkan oleh pegawai bank
Uang dolar AS dan rupiah ditunjukkan oleh pegawai bank

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menutup perdagangan pekan ini, rupiah melemah 0,18% ke posisi Rp17.373/US$. Artinya, mata uang Nusantara sudah melemah enam minggu beruntun.

Tekanan terhadap rupiah kembali muncul di tengah menurunnya cadangan devisa. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa April turun US$1,95 miliar menjadi US$146,2 miliar, terendah sejak Juli 2024. 

Sebagai catatan, cadangan devisa sepanjang kuartal I telah menyusut US$8,2 miliar. Ditambah periode April, total penyusutan cadangan devisa mencapai US$10,27 miliar. 


Selain itu, tekanan harga minyak mentah yang kembali naik ke atas US$100 per barel menambah kekhawatiran pelaku pasar terkait kondisi fiskal.  Indeks dolar AS juga kembali menguat ke level 98,12 setelah kemarin sempat melandai di 98,02. 

Hal ini membuat mayoritas mata uang kawasan bergerak di zona merah. Won Korea Selatan melemah paling dalam, disusul rupee India, ringgit Malaysia, peso Filipina, baht Thailand, rupiah, dan dolar Taiwan. 

Mata uang kawasan Asia, pada penutupan perdagangan Jumat 8 Mei 2026. (Bloomberg)