Casa Grata Perluas Pasar Global lewat Dukungan BRI

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui dukungan kepada UMKM binaan, Casa Grata, yang tampil dalam ajang Food and Hospitality Asia atau FHA 2026 di Singapura.
Pameran internasional yang berlangsung pada 21 hingga 24 April 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi Casa Grata untuk memperluas eksposur produk di pasar global. Keikutsertaan ini juga menandai kesiapan usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional, baik dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, maupun strategi bisnis.
Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y.S. mengatakan partisipasi UMKM binaan di ajang internasional merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
“Partisipasi Casa Grata dalam FHA mencerminkan bagaimana UMKM binaan BRI mampu berkembang dan menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Melalui proses kurasi dan pemberdayaan yang terstruktur, BRI memastikan pelaku usaha tidak hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga kesiapan bisnis yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar global. Ke depan, BRI akan terus mendorong lebih banyak UMKM untuk mengikuti jejak serupa dan memperluas kontribusinya dalam rantai pasok global,” ungkapnya.
Casa Grata sendiri dikenal sebagai produsen camilan sehat berbasis nabati dan bebas gluten. Produk tersebut lahir dari kebutuhan akan makanan ringan yang lebih sehat sekaligus memanfaatkan potensi bahan baku lokal Indonesia yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal.
Co founder dan CEO Casa Grata Jane Tanuwijaya mengungkapkan bahwa saat usaha tersebut mulai dirintis, konsep gluten free, vegan, dan healthy snack masih belum populer di Indonesia. Tantangan terbesar saat itu bukan hanya memperkenalkan produk, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap makanan sehat.
“Di awal perjalanan, konsep seperti gluten-free, vegan, dan healthy snack masih belum familiar di Indonesia. Banyak orang masih memiliki persepsi bahwa makanan sehat itu tidak enak, hambar, dan tidak memuaskan. Jadi tantangan kami bukan hanya menjual produk, tapi juga mengedukasi pasar dan perlahan mengubah mindset tersebut,” ujarnya.
Berawal dari dapur rumah, Casa Grata kini berkembang menjadi usaha dengan kapasitas produksi belasan ribu produk setiap bulan. Produk unggulan seperti onion garlic crackers dan chocolate cookies dipasarkan melalui berbagai kanal mulai dari marketplace, media sosial, modern trade, hingga jaringan partner store dan distributor.
Dukungan BRI Perkuat Daya Saing UMKM
Keikutsertaan dalam FHA 2026 dimanfaatkan Casa Grata untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada pasar internasional. Selama pameran berlangsung, perusahaan aktif melakukan product showcasing dan sampling agar pengunjung dapat mencoba produk yang ditawarkan.
Interaksi langsung dengan pengunjung juga membuka peluang diskusi dengan calon mitra bisnis dari berbagai negara. Melalui kegiatan tersebut, Casa Grata memperoleh banyak masukan terkait preferensi pasar dari negara seperti Singapura, Thailand, China, hingga Australia.
Perbedaan karakteristik pasar di masing masing negara menjadi bahan penting dalam menyusun strategi pengembangan produk ke depan. Casa Grata ingin memastikan setiap produk yang dihadirkan mampu menjawab kebutuhan konsumen global tanpa meninggalkan identitas produk lokal Indonesia.
“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap makanan sehat, bahwa healthy food tidak harus mengorbankan rasa, dan ngemil tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih mindful dan seimbang,” tambah Jane.
Keberhasilan Casa Grata tampil di panggung internasional tidak terlepas dari dukungan ekosistem pemberdayaan yang dibangun BRI. Perseroan memiliki berbagai program pengembangan UMKM seperti Growpreneur dan Pengusaha Muda BRILiaN yang dirancang untuk memperkuat kesiapan usaha secara menyeluruh.
Melalui program tersebut, pelaku UMKM mendapatkan pembinaan mulai dari penguatan model bisnis, strategi branding, peningkatan kualitas produk, hingga kesiapan produksi dan ekspansi pasar. Seluruh proses dilakukan melalui tahapan kurasi agar UMKM yang didukung benar benar siap masuk ke pasar global.
BRI menilai pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar pelaku usaha mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.
Menurut Jane, dukungan yang diberikan BRI tidak berhenti pada pelatihan teori semata. Perseroan juga membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk mendapatkan exposure dan peluang bisnis baru di tingkat internasional.
“Yang paling terasa, pemberdayaan dari BRI tidak hanya berhenti di teori, tetapi benar-benar membuka akses baik dari sisi exposure, networking, hingga peluang untuk masuk ke pasar global. Bagi kami, BRI bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai partner dalam perjalanan growth Casa Grata,” ungkap Jane.
BRI optimistis semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu menembus pasar internasional melalui dukungan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Perusahaan berharap langkah tersebut dapat memperkuat kontribusi UMKM dalam rantai pasok global sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar dunia.
Melalui pendampingan yang terstruktur, BRI ingin memastikan pelaku usaha Indonesia tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu menjadi pemain yang diperhitungkan di tingkat internasional.































