Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Tuntut Tanggung Jawab Gugurnya Prajurit TNI di Misi PBB

Dovana Hasiana
08 May 2026 16:50

Presiden Prabowo Subianto di KTT ASEAN, Filipina, Jumat (8/5/2026). (Dok. Setneg)
Presiden Prabowo Subianto di KTT ASEAN, Filipina, Jumat (8/5/2026). (Dok. Setneg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyinggung gugurnya prajurit Tentara Nasional Indonesia dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kepala Negara menuntut pertanggungjawaban agar tugas-tugas penjaga perdamaian dihormati oleh semua pihak. 

Hal ini disampaikan Kepala Negara di sela-sela sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada hari ini, Jumat (8/5/2026).

“Kita telah kehilangan prajurit Indonesia yang bertugas bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kita menuntut pertanggungjawaban agar tugas-tugas penjaga perdamaian dihormati oleh semua pihak,” ujar Prabowo, Jumat (8/5/2026).


Meski Prabowo tak menyebutkan secara gamblang, Indonesia baru saja kehilangan empat prajurit TNI di misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Mereka adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar; Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan; Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon; dan Kopral Rico Pramudia.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyinggung keselamatan dan kesejahteraan rakyat di Timur Tengah menuntut perhatian penuh negara. Dia meyakini banyak negara anggota ASEAN yang memiliki ribuan warga negara di Timur Tengah. Prabowo mengatakan siap bekerja sama dengan negara-negara ASEAN lainnya untuk perlindungan warga negara yang dianggap menjadi prioritas utama.