Logo Bloomberg Technoz

Myanmar Temukan Rubi Raksasa 11.000 Karat di Kawasan Mandalay

News
08 May 2026 15:10

Ilustrasi bendera Myanmar. (Foto oleh Gu Bra via pexels.com)
Ilustrasi bendera Myanmar. (Foto oleh Gu Bra via pexels.com)

Khine Lin Kyaw - Bloomberg News

Bloomberg, Myanmar mengumumkan penemuan batu rubi raksasa seberat 11.000 karat (2,2 kilogram). Temuan ini dinilai sangat istimewa, bahkan bagi Mogok, sebuah kawasan pusat permata di wilayah Mandalay yang memang tersohor akan kekayaan batu mulianya.

Batu berwarna merah keunguan tersebut ditemukan setelah pemerintahan baru yang didukung militer mulai menjabat pada April lalu. Dalam pernyataan resminya pada Jumat (8/5/2026), Kementerian Penerangan menyebut batu tersebut "sangat besar, langka, dan sulit ditemukan." Berdasarkan tingkatan warna dan kualitasnya, batu ini dianggap lebih berharga dibandingkan rubi 21.450 karat yang ditemukan di kota yang sama pada tahun 1996, meski pihak kementerian belum merinci estimasi nilai jualnya.


Myanmar telah lama dikenal sebagai sumber batu mulia dan giok. Namun, praktik pertambangan ilegal marak terjadi di negara yang ekonominya lumpuh akibat perang saudara selama bertahun-tahun dan pemerintahan militer yang represif. Sebelumnya, pemilu yang menuai banyak kritik digelar di wilayah-wilayah kendali militer antara Desember hingga Januari lalu, di mana partai-partai oposisi utama, termasuk National League for Democracy milik Aung San Suu Kyi, dilarang ikut serta.

Hingga saat ini, belum jelas siapa pihak yang pertama kali menemukan permata 11.000 karat tersebut. Namun, sesuai regulasi yang berlaku, para penambang diwajibkan melaporkan temuan berharga kepada pemerintah pusat yang kini dipimpin oleh mantan pemimpin militer, Min Aung Hlaing.