Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Penyebab IHSG Melemah, Susul Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
08 May 2026 13:55

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lautan merah tercipta di Bursa Asia pada perdagangan siang hari ini, Jumat (8/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak terkecuali. Kenaikan harga minyak mentah seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, jadi sebabnya.

Pada jeda perdagangan Sesi I, IHSG ditutup di posisi 7.168. Terdepresiasi 0,08% dibanding penutupan hari sebelumnya.

IHSG Penutupan Sesi I pada Jumat 8 Mei 2026 (Bloomberg)

Terlebih IHSG sempat mencicipi posisi terendah sepanjang hari ini yang menyentuh 7.116 sedang tertinggi berada di posisi 7.186.


Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tercatat melibatkan 23,36 miliar saham. Dengan nilai transaksi menyentuh Rp10,79 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi 1,42 juta kali.

Nyaris keseluruhan saham membukukan pelemahan. Paling dalam adalah saham–saham barang baku, saham transportasi, dan saham perindustrian yang jatuh mencapai 2,89%, 2,84%, dan 1,53%. Menyusul saham konsumen non-primer, dan saham properti yang masing–masing melemah 1,04%, dan 0,95%.