Logo Bloomberg Technoz

Dari domestik, pasar juga merespons positif langkah Presiden Prabowo yang menyetujui tujuh kebijakan baru Bank Indonesia guna menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global.

“Secara teknikal, IHSG mempunyai potensi untuk kembali menguat dengan level support terdekat pada psikologis 7.100 dan resistance pada 7.325,” papar BRI Danareksa.

Namun memang, pasar akan terus mencermati perkembangan konflik dan juga rilis data cadangan devisa negara pada hari ini yang akan berpengaruh terhadap pergerakan mata uang rupiah.

Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBNI, NCKL, dan MDKA.

Menyitir Phintraco Sekuritas, terbaru, harapan akan kesepakatan damai yang segera terjadi antara AS dan Iran malah memudar, setelah pesan yang beragam dari Iran. 

Ekspektasi kesepakatan damai tersebut semakin berkurang setelah adanya laporan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk memulai kembali operasi memandu kapal-kapal komersial dengan aman melalui Selat Hormuz. 

Tepat sebelum penutupan pasar, media pemerintah Iran melaporkan AS telah menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran, yang semakin memperburuk sentimen pasar.

Sebelumnya AS dan Iran dilaporkan telah bekerja sama dengan para mediator untuk menyusun kerangka kerja guna memulai kembali pembicaraan mengenai kesepakatan perdamaian yang diperkirakan akan dimulai minggu depan di Pakistan. 

Dilaporkan proses selama sebulan kemudian akan berupaya menyelesaikan perselisihan mengenai nuklir Iran dan pencabutan sanksi, namun perbedaan pendapat utama tetap ada di hal seperti pengayaan nuklir dan inspeksi.

Secara teknikal, penyempitan histogram MACD IHSG berlanjut dan berpotensi membentuk golden cross. Stochastic RSI berlanjut menguat di area pivot

“Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi menguji level 7.200–7.200 pada perdagangan Jumat,” papar Phintraco.

Perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek menjelang tutup pekan.

Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah SCMA, MYOR, BBTN, EXCL, dan MAPI.

Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya Bursa Wall Street dan naiknya harga minyak mentah di perdagangan Asia seiring saling meningkatnya tensi di selat Hormuz diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu naiknya harga beberapa komoditas seperti timah, batu bara, gas dan tembaga berpeluang menjadi katalis positif. 

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.105–7.035 dan resistance 7.245–7.310,” terang CGS International Sekuritas.

Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham BBRI, BMRI, TINS, INCO, MDKA, dan UNVR.

Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG bakal kembali melemah, disebabkan oleh tensi geopolitik yang meningkat antara AS–Iran, tensi dagang yang kembali meningkat antara AS–EU, kembali naiknya yield obligasi mengindikasikan premi risiko yang meningkat, serta naiknya harga minyak.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah DSSA, JSMR, dan GOTO.

(fad)

No more pages