Di sisi lain, Anggito juga menepis kekhawatiran bahwa gejolak ekonomi global memengaruhi perilaku masyarakat dalam menyimpan uang. "Jawabannya tidak ada pengaruh gejolak global terhadap pola atau behavior dari simpanan kita," tegasnya.
LPS juga mencatat simpanan di bawah Rp100 juta, yang mencerminkan kelompok masyarakat kelas menengah, masih tumbuh positif sebesar 1,84% per Maret 2026. Meski lebih lambat, Anggito menyebut angka ini sebagai sinyal stabilitas.
Porsi simpanan terhadap total nasional menunjukkan ketimpangan yang cukup lebar. Saldo di bawah Rp100 juta mengisi porsi 11,26% dari seluruh simpanan, sementara saldo di atas Rp5 miliar menguasai porsi dominan, yaitu 57,88%.
(lav)
No more pages































